Bali, pulau Dewata yang terkenal dengan keindahan alamnya dan budaya yang kaya, telah menjadi saksi dari banyak kisah sukses. Salah satu kisah yang menginspirasi adalah perjalanan Saviola dan Savi, dua pengusaha muda yang telah mengubah pasar kerajinan lokal Bali menjadi bisnis internasional yang sukses.
Awal Perjalanan
Saviola dan Savi bertemu di sebuah pekerjaan sosial di Ubud, Bali pada tahun 2015. Saviola, lulusan desain produk dari Institut Teknologi Bandung, telah tertarik dengan kerajinan tangan Bali sejak kecil. Sementara Savi, seorang lulusan manajemen bisnis dari Universitas Indonesia, memiliki passion dalam bisnis berkelanjutan dan pemberdayaan masyarakat lokal.
Keduanya menyadari potensi besar kerajinan tangan Bali yang belum sepenuhnya dieksplorasi secara global. Banyak pengrajin lokal memiliki keterampilan luar biasa, namun kurangnya akses ke pasar internasional dan pengetahuan tentang tren desain terkini menghambat pertumbuhan mereka.
"Bali memiliki warisan budaya dan seni yang tak ternilai. Namun, tanpa inovasi dan akses pasar yang tepat, hal ini akan terus menjadi potensi yang terpendam," ujar Saviola dalam sebuah wawancara.
Membangun Bisnis dari Nol
Pada tahun 2016, Saviola dan Savi mendirikan "SaviSavi Crafts", yang dimulai sebagai usaha kecil di sebuah garasi di Ubud. Dengan modal awal sebesar Rp 50 juta, mereka mulai memproduksi kerajinan tangan bermutu tinggi dengan desain modern yang menggabungkan teknik tradisional Bali.
Langkah Awal SaviSavi Crafts:
- Menjalin kerjasama dengan 20 pengrajin lokal di beberapa desa di Bali
- Mengembangkan 15 produk desain pertama dengan sentuhan modern
- Membuat website sederhana untuk pemasaran online
- Mengikuti pameran kerajinan lokal dan nasional
- Membangun kisah merek yang fokus pada keberlanjutan dan pemberdayaan komunitas
Tahun pertama penuh tantangan. Mereka harus mengatasi hambatan dalam produksi, distribusi, dan pemasaran. Namun, ketekunan dan visi jelas membantu mereka bertahan. Saviola fokus pada aspek desain dan kualitas produk, sementara Savi mengelola operasional, pasar, dan keuangan.
Titik Balik
Kesuksesan datang pada tahun 2018 ketika produk mereka ditemukan oleh seorang pembeli internasional di sebuah pameran kerajinan di Jakarta. Pembeli tersebut memesan 500 set kerajinan untuk butik mewah di Tokyo. Ini menjadi order ekspor pertama mereka yang mengubah jalur bisnis.
Sejak saat itu, SaviSavi Crafts mulai menerima pesanan dari berbagai negara seperti Jepang, Australia, Amerika Serikat, dan Eropa. Kualitas produk yang tinggi dengan desain modern namun tetap mempertahankan esensi budaya Bali menjadi nilai jual utama mereka.
Pertumbuhan dan Ekspansi
Hingga tahun 2020, SaviSavi Crafts telah tumbuh secara signifikan dengan omset mencapai Rp 5 miliar per tahun. Mereka telah memperluas jaringan pengrajin mereka menjadi lebih dari 100 orang di lima desa berbeda di Bali.
Produk mereka juga telah didiversifikasi, dari dekorasi rumah dan tas awal, hingga aksesoris pakaian, perhiasan, dan karya seni. Setiap produk masih mempertahankan komitmen mereka terhadap keberlanjutan dan perdagangan yang adil.
Pencapaian SaviSavi Crafts pada 2021:
- Ekspor ke lebih dari 15 negara di seluruh*Semua informasi di halaman ini bersumber dari data yang tersedia secara online dan disadur untuk menjadi konten edukatif dan inspiratif. Jika ada ketidaksesuaian informasi, harap dilaporkan via link kontak kami untuk dapat diadakan revisi.
Kisah Sukses General Sudirman Dan Hotel Indonesia (Bali) Di Bali Indonesia
Admin2026-06-04 03:32:06Cookie ConsentWe use cookies to enhance your browsing experience and analyze site traffic. By clicking 'Accept all cookies', you agree to the use of these cookies. You can manage your preferences or learn more in our [Privacy Policy/Cookie Policy.