Di antara kekayaan pariwisata Bali, nama Anhar Setjadibrata bersinar sebagai salah satu pelopor perhotelan budaya di Indonesia. Dengan Hotel Tugu Bali sebagai mahakaryanya, Setjadibrata berhasil mengubah cara dunia melihat akomodasi di Pulau Dewata. Kisah sukses ini bukan hanya tentang membangun sebuah hotel mewah, tetapi tentang melestarikan warisan budaya Indonesia melalui pariwisata.
Anhar Setjadibrata, seorang pengacara ternama yang memiliki kecintaan mendalam terhadap seni dan budaya Indonesia, memulai perjalanannya di dunia perhotelan sebagai seorang kolektor benda bersejarah. Koleksinya yang beraneka ragam, mulai dari patung, tekstil, hingga benda-benda antik yang bercerita tentang sejarah Nusantara, menjadi fondasi bagi konsep unik Hotel Tugu yang kelak dikenal di seluruh dunia.
Sebagai seseorang yang lahir dari keluarga dengan latar belakang pendidikan yang kuat, Setjadibrata memahami pentingnya menghubungkan masa lalu dengan masa kini. Ia percaya bahwa hotel bukan hanya tempat untuk menginap, tetapi juga medium untuk mendidik dan memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia kepada para tamunya. Filosofi inilah yang kemudian menjadi DNA dari semua hotel Tugu di seluruh Indonesia.
Hotel Tugu Bali berdiri megah di Pantai Batu Bolong, Canggu, dikelilingi oleh sawah yang menghijau dan hanya beberapa langkah dari deburan ombak Samudera Hindia. Didirikan pada tahun 1993, hotel ini merupakan manifestasi dari visi Setjadibrata untuk menciptakan tempat yang tidak hanya menawarkan kenyamanan tetapi juga pengalaman budaya yang autentik.
Setiap sudut Hotel Tugu Bali dirancang untuk menghadirkan suasana Nusantara yang kental. Arsitektur dan dekorasi hotel ini menggabungkan berbagai elemen tradisional dari berbagai daerah di Indonesia, menciptakan harmoni yang sangat unik. Dari patung-patung Jawa kuno, kain-kain tradisional dari Timor, hingga ornamen dari Bali sendiri, semua bercerita tentang kekayaan budaya Indonesia.
Filosofi yang mendasari Hotel Tugu Bali adalah "kembali ke alam" dan menghormati kearifan lokal. Tidak mengherankan jika hotel ini memadukan elemen alam dan budaya dengan cara yang sangat harmonis. Setiap kamar dirancang dengan tema khusus yang mewakili periode atau kisah dari sejarah Indonesia, memberi pengalaman mendalam bagi tamu yang menginap.
Salah satu daya tarik utama Hotel Tugu Bali adalah restoran dan pameran seninya. Restoran seperti "Paddy Terrace" yang menghadap langsung ke sawah, memberikan pengalaman kuliner dengan pemandangan yang menenangkan. Sementara itu, galeri seni di hotel ini menampilkan koleksi antik yang dipesan khusus atau dikumpulkan langsung oleh Setjadibrata selama puluhan tahun.
Dedikasi Anhar Setjadibrata dalam menciptakan pengalaman budaya yang unik tidak luput dari perhatian dunia internasional. Hotel Tugu Bali telah menerima berbagai penghargaan bergengsi di industri pariwisata, termasuk "World"s Best Award" dari berbagai media travel ternama. Keunikan konsep dan kualitas layanan yang diberikan telah menjadikan Hotel Tugu sebagai salah satu destinasi wajib bagi wisatawan yang mencari pengalaman otentik di Bali.
Bukan hanya dari segi pariwisata, konsep perhotelan budaya yang diperkenalkan oleh Setjadibrata juga mendapat pengakuan dari lembaga pelestarian budaya dan sejarah. Hotel Tugu diakui sebagai institusi yang berperan penting dalam menjaga keberlangsungan seni dan budaya tradisional Indonesia di tengah modernisasi yang kian menderas.
Keberadaan Hotel Tugu Bali telah memberikan dampak signifikan terhadap industri pariwisata di Bali. Hotel ini membuka jalan bagi pengembangan konsep perhotelan budaya yang tidak hanya fokus pada fasilitas mewah tetapi juga nilai-nilai historis dan kultural. Banyak hotel lain di Bali maupun di Indonesia yang kemudian mengikuti jejak ini, mengintegrasikan elemen budaya lokal ke dalam layanan mereka.
Secara ekonomi, Hotel Tugu Bali juga berkontribusi pada pemberdayaan masyarakat lokal. Banyak seniman dan pengrajin lokal yang bekerja sama dengan hotel ini, baik sebagai penyedia karya seni maupun sebagai fasilitator untuk kegiatan budaya yang ditawarkan kepada tamu. Hal ini menciptakan ekosistem yang saling menguntungkan antara industri pariwisata dan pelestarian budaya.
Kisah sukses Anhar Setjadibrata dengan Hotel Tugu Bali adalah bukti nyata bagaimana kecintaan terhadap budaya dapat diubah menjadi usaha yang tidak hanya menguntungkan secara ekonomi tetapi juga bermanfaat bagi pelestarian warisan bangsa. Melalui karyanya di Hotel Tugu Bali, Setjadibrata telah menciptakan tempat yang bukan hanya memberikan kenyamanan bagi wisatawan, tetapi juga menjadi jendela bagi dunia untuk melihat kekayaan budaya Indonesia.
Di tengah perkembangan pariwisata yang sering kali mengabaikan aspek budaya, Hotel Tugu Bali tetap berdiri kokoh sebagai penjaga semangat Nusantara. Filosofi "kembali ke alam" dan penghormatan terhadap kearifan lokal yang dibawa oleh Anhar Setjadibrata terus menjadi inspirasi bagi generasi baru pelaku industri perhotelan dan pariwisata di Indonesia.